Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Wednesday, 18 February 2015

A Letter from Newcastle

 
Dear my husband,

How are you? I hope you are fine... 1 year we've been through this long-distance-relationship. I know you're doing great in our homecountry, like I do here. Newcastle treat me well. I hate to confess this, but I already feel that this city is my 2nd home. Surprising, isn't it? Who knows, this city was something strange to me, never heard of Newcastle before. When people talked about United Kingdom, they always mention London, or Manchester, or Birmingham, or Liverpool. Nobody ever talked about Newcastle upon Tyne. But here I am now, already in love with the city, for so many reasons. Thank God for letting me call this place my 2nd home for the past 12 months :)

I'm writing to you to say thank you, from the deepest place in my heart. Thank you. Thank you for believe in me and letting me go to pursue my dream. Yes, studying abroad was my dream, travel the world was my dream since the time I couldn't remember. For some people it's not a dream, because they can easily ask their parents to do so, to fund them to studying abroad, or to travel the world. But my parents is different, they give me more than just money: they've been teaching me a life lesson. That you must work hard and dream high without being such a spoiled brat. Since highschool, I swore that someday I will study master abroad without my parents money. I did it. I got the scholarship. Some people said that I was lucky. They are wrong. I'm not only lucky, it was also the result of hardwork. Endless hardwork. You knew it and you keep supporting me from the very beginning.



Hardwork, tears, sweat, and the most important thing: sacrifice. By pursuing this dream, I have to let go another dream. I have to leave my work, my own studio that I've built from zero. You know it's not easy, as I rise and fall many times in the process. Then I also have to leave the chance to continue my dream job, a career as a TV travel presenter. Gosh, how good it is to be paid for traveling, eating and being present in television, right? :) But life is not always about chances, it is also about choices. and... the hardest thing, I have to leave you.

But you are such a gentleman. You know what compromise is, and you understand what the commitment in relationship really is. Did you? Well, cut the crap. I know you hate to let me go, you hate it more than  anything else in the world. But I know, when the time came, you finally let me go only for one reason: because you simply love me. You just love me so much that you let me become who I am, who I want to be. I know I will never be able to be grateful enough for this. When other men probably breaking up with their couple because of things like this, you stood up and ask me to marry you before I leave. That is you. My gentleman, my amazing husband.

But people never really understand, aren't they? Friends, family, foes, I don't know what they are talking behind our back. Maybe something like - how come I leave just when we got married, how come you let your wife go faraway for a long time, and stuffs. Well, I don't care about what they say, really. Your sincerity to 'release' me was the only thing that matter. You understand how bad I want this in my life and how did I struggle to get this one-time-in-a-life chance.

So yes, I am very thankful, very grateful to have you as my husband. Thank you for believe in me. You know I will not dissapoint you in any way. Look now. I beat the world, I got an award from Newcastle University for the best dissertation!!! Can you believe it?? I can't. It's like a dream, hehehe. It's just one amongst other things that I will prove to you, that I will become a better person when I get back home, and I hope many more virtues to come. Because of you, because of the trust that you have given to me,  I could learned so many precious things here. About friendship, about knowledge, about reading a map (and you know I do this better than everyone else, my skill keep growing ;)), about being independent, about 'no guts no glory', about life... Can't mention it one by one, too many valuable things.

And I am glad because you always 'here' with me. Together we will continue travel the world, won't we? Even when together doesn't always mean go side by side, but I know we will always be together, no matter what.




Once again, thank you.

Now I have to start packing my things and fly to my home sweet home: to you.
See you soon?

Love,
Yours always.

View from my 2nd home
 
My home sweet home: you :)




Millenium Bridge at night picture by Meilani M.

Tuesday, 17 February 2015

Norway Food Fiesta

What we eat while we were in Norway; not always Norwegian food, but trust me it is all good!! Even the vietnam food, surprisingly good. So stuffed!!! Yummm..

 
Waffle with sour cream, strawberry & blueberry jam, nutella and brown cheese 


Vegetarian food ala Vietnam


Homemade choux - vannbakrls med vanilla krem


 Breiflab fish


 Homemade blue shell soup


 Homemade kveite fish - hallibut with butter sauce


 Homemade blueberry tart with fresh cream


 Soft ice ala Norway


 Pizza med pepperoni


 Traditional Norwegian food kjottkake -
meat ball with brown sauce and boiled potatoes


Homemade nosk laks med romme oge potet - 
norwegian salmon with sour cream and potatoes


Frokost ala Norge - smoked salmon

YUMMY is YUMMY :9
I am so glad that I was staying with my adorable aunty while in Norway. She is such an amazing cooker (she got a degree for that oh yes), and she knows where to hunt for a weird but delicious food!

Saturday, 15 June 2013

A Glimpse of Yogyakarta

photos by Donald Epiphanius
 
Daerah Istimewa Yogyakarta, atau yang sering kita sebut dengan Jogja, tidak pernah kehilangan pesona istimewanya. Baik itu menjadi sebuah destinasi terencana ataupun sekedar pelarian spontan dari rutinitas, kota satu ini selalu menjadi favorit para pejalan.

Kebudayaan, kuliner, alam, belanja, maupun situs sejarah tersebar di area Jogja dan sekitarnya, membuat para turis tidak akan kehabisan tujuan yang menarik.


Kemarin saya dan teman-teman arsitektur curi-curi waktu untuk reuni dan main ke Jogja untuk mengikuti perayaan waisak, yang ternyata menjadi mainstream trip saat ini. Will tell you later about that. Sebelum itu, mari kita lihat-lihat dulu ada apa di Jogja (selain  tempat-tempat tujuan wisata utama kami)...

Here's a glimpse of Jogja!



Stasiun Tugu


pemandangan umum di Malioboro

fasad salah satu toko di Malioboro


sarapan! Malioboro masih sepi..


our breakfast menu


kesasar menuju Magelang, diantara sawah-sawah
Kalau mau beli oleh-oleh khas Jogja dan gak mau repot hunting kesana kemari, cukup mampir ke Mirota Batik di Jalan Ahmad Yani, ujung Jalan Malioboro persis. Jangan mau ditipu sama tukang becak, dibawa ke Mirota palsu... *pengalaman pribadi* Jalan kaki lebih disarankan. Kecuali kalau memang sudah yakin betul mau mampir kemana.

Di Mirota Batik, harganya beragam, barang pun beragam jenisnya; dari kain batik sampai sepeda onthel. Di lantai paling atas, ada cabang restauran House of Raminten yang terkenal hip se-Jogja :D






House of Raminten





Penginapan di Jogja mudah ditemukan dimana-mana, mulai dari range harga ala backpacker sampai hotel mewah berbintang, jangan khawatir! Lebih baik sudah memesan tempat kalau sedang peak season, namun kalau tidak sebenarnya tidak masalah untuk cari spontan di tempat, karena selalu ada pintu terbuka untuk para traveler.... Hehehe.

Kemarin kami sempat berkunjung ke salah satu hotel bintang 5 di Jalan A.M. Sangaji, Hotel Tentrem. Hotel Tentrem is a new paradigm of pure luxury in a traditional atmosphere, katanya. Cukup memukau interiornya, dan banyak detail yang saya suka. Kami datang kesana sebagai tamu tak diundang, alias cuma masuk untuk foto-foto dan wisata arsitektur curi-curi saja, bukan untuk menginap. Hehe :D


Sedangkan kalau lebih memilih tinggal di guest house ramai-ramai, rekomendasi saya adalah Griya Langen di alun-alun kidul, penginapan tempat kami tinggal. Lokasi cukup strategis, suasananya homy dan fasilitasnya lengkap, minimal 10 orang dan bisa muat sampai 15 orang.



sekilas sudut Hotel Tentrem


stunning detail


Griya Langen


ruang bersama Griya Langen


nuansa tradisional di Griya Langen

Nahhh, untuk kuliner, BANYAK! Tapi harus coba Bakmi Jombor dan Sate Klatak yang super maknyusssss. Kebetulan letaknya juga bersebalahan, jadi sekali mampir, 2 piring bisa dilahap!










sate klatak, sate kambing muda yang ditusuk memakai jeruji sepeda

Jogja memang istimewa... Masih banyak lagi tempat-tempat menarik disini, will tell it later!

walaupun gak sempat masuk kedalam bentengnya, yang penting kumpul... :D
Most photos by Donald Epiphanius

Thursday, 13 June 2013

Food From Heaven - Manado


Manado, menjadi salah satu favorit destinasi saya untuk berwisata kuliner. Selain alamnya yang indah dan berbagai atraksi wisata yang menarik untuk dikunjungi, kota di Sulawesi Utara ini menyuguhkan berbagai macam kuliner yang unik dan super yummy. Hanya sebentar disini membuat saya langsung jatuh cinta dan ketagihan dengan makanan-makanannya yang menggoda.


Dari mulai makanan pembuka seperti bubur dan pisang goreng, sampai makanan utama yaitu tentu saja: Ikan! Manado yang berlokasi di pinggir teluk, membuatnya kaya akan berbagai jenis olahan ikan yang segar, fresh from the ocean, langsung dari Laut Sulawesi.



Bubur Tinutuan, bubur khas Manado ini merupakan makanan yang baik untuk kesehatan karena mengandung banyak serat dan rempah, bahan utamanya adalah singkong, daun bayam dan jagung. Nah, kalau ke Manado gak lengkap tanpa ngemil pisang goreng khas yang makannya dicocol ke sambal + kecap. Sounds weird? Coba dulu dan rasakan sensasinya! Saya sebagai pecinta buah pisang, girang setengah mati ketemu cemilan seperti ini. Ada berbagai macam jenis pisang, ada yang digoreng biasa ada juga yang digoreng kering. Favoritnya namanya pisang goroho. Yummmmm...




Bubur Tinutuan, konon menjadi menu sarapan wajib beberapa Presiden RI.


pisang goreng khas Manado, makan dengan sambal + kecap

pisang goroho digoreng garing, tetap pakai sambal!

Olahan ikan yang bermacam-macam, untuk kuah bisa coba kakap saus woku dan untuk bakar, pilihan yang direkomendasikan (oleh nona cantik Manado yang menemani saya) adalah bobara bakar saus rica. Tidak boleh ketinggalan, santapan wajib di Manado: sambal dabu-dabu! Sambal yang maknyus pedasnya, olahan dari ikan dabu-dabu dan rica - sebutan untuk cabai yang terkenal di Manado karena rasa segarnya yang menggigit, cabai ini dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional disini.
 

kakap saus woku


bobara bakar rica


the famous one, sambal dabu-dabu

Tidak jauh dari kota Manado, ada satu tempat menarik untuk wisata kuliner, Boulevard Tondano. Sepanjang jalan berderet warung-warung penjaja makanan yang terletak tepat di pinggir sawah. Jagung bakar, pisang goreng, udang, ikan, sayur, semua ada. Bahkan saya menemukan makanan unik, namanya burung weris. Burung kecil-kecil yang hanya ada di pedalaman hutan. Rasanya? Enak!


Boulevard Tondano, sensai makan di pinggir sawah


semuanya menggiurkan ya?




burung weris di kiri atas. Help, I can't stop eating...

Kue kering khas Manado namanya Bagea. Bahan utamanya adalah tepung sagu, yang membuatnya khas adalah kacang kenari besar-besar yang renyah. Bagea cocok untuk oleh-oleh khas, terutama Bagea Kenari. Ada yang dibungkus daun lontar dan dipanggang kering, rasanya sangat otentik. Ada pula yang dipanggang biasa dan berwarna putih halus. Saya lebih doyan makan yang halus, tapi semua tergantung selera.. 

 

Sebelum pulang, jangan lupa icipi nasi kuning legendaris dari Manado, nasi kuning seroja. Keunikan nasi kuning ini ada pada irisan ikan cakalang yang melengkapi gurihnya nasi. Tak hanya makan ditempat, apabila anda mau bawa pulang, bisa saja! Nasi kuning ini akan dibungkus oleh daun woka, daun janur yang membuat nasi yang didinginkan terlebih dahulu menjadi tahan lama, tidak bau, dan tidak mengubah rasanya.



hot tea with bagea, perfect combo


nasi kuning seroja


just can't get enough of it...

Manado memang juara kalau masalah kuliner! Saya yang asli Bandung dan sudah sering mendengar pujian teman-teman akan kuliner di Bandung, rasanya lebih menjuarakan Manado kalau soal makanan khas-nya. Bandung memang oke, tapi untuk jajanannya. Bali yang memiliki khas makanan spicy, masih kalah dengan pedas ala Manado, itu versi saya. Penasaran? Ayo, ajak saya makan-makan kesana! :)



kegirangan menemukan warung-warung makanan :D

trust me, I'm drooling while writing this...